Sabtu, 15 Desember 2012

Laporan Observasi UT Yogyakarta


A.      Informasi Umum UPBJJ-UT Yogyakarta


Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. UT didirikan dengan tujuan:

1.        Memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk memperoleh pendidikan tinggi
2.        Memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka
3.        Mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai dengan kebutuhan nyata pembangunan yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.

UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).
Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat dipelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui internet, radio, dan televisi, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar berbantuan komputer dan program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi tentang bantuan belajar kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.
Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efektif. Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efektif, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.
UT seperti halnya perguruan tinggi yang lain, menerapkan sistem kredit semester untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. Dalam sistem kredit semester, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (sks). Setiap mata kuliah diberi bobot 1-6 sks. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama kurang lebih 16 minggu.
Dalam pendidikan tinggi tatap muka, mahasiswa yang mengambil beban studi satu sks harus mengikuti perkuliahan selama satu jam per minggu di kelas dan satu jam untuk praktek, praktikum, atau belajar di rumah, sehingga dalam satu semester mahasiswa harus mengalokasikan waktu belajar sekitar 32 jam. Untuk menempuh mata kuliah yang berbobot 3 sks dibutuhkan waktu belajar sekitar 96 jam per semester. Dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa juga harus mengaloka-sikan waktu yang sama dengan mahasiswa tatap muka (2 jam per minggu per sks).Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri (di rumah, melalui kelompok belajar, atau tutorial). Khusus untuk UT, satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak. Satu modul terdiri atas 40-50 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 sks berkisar antara 360-450 halaman, tergantung pada jenis mata kuliahnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membaca dan memahami rata-rata mahasiswa adalah 5-6 halaman per jam sehingga untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks diperlukan waktu sekitar 75 jam (360-450 halaman dibagi 5-6 halaman). Apabila satu semester mempunyai waktu 16 minggu, maka waktu yang diperlukan untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks adalah 75 jam dibagi 16 minggu, atau kurang lebih 5 jam per minggu. Misalnya, mahasiswa mengambil 15 sks/semester, maka yang bersangkutan harus mengalokasikan waktu belajar sebanyak 15 sks dibagi 3 sks kali 5 jam = 25 jam per minggu atau kira-kira 5 jam per hari (1 minggu dihitung 5 hari belajar).
Dengan sistem belajar seperti ini mahasiswa UT diharapkan mengalokasikan waktu belajar sesuai dengan beban sks yang diambil, atau mengambil beban sks setiap semester sesuai dengan waktu belajar yang dapat dialokasikan, serta mempertimbangkan kemampuan akademik masing-masing.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerja sama dengan semua perguruan tinggi negeri dan sejumlah perguruan tinggi swasta serta instansi yang relevan yang ada di Indonesia. Di setiap provinsi atau kabupaten/kota yang terdapat perguruan tinggi negeri, tersedia unit layanan UT yang disebut UPBJJ-UT. Perguruan tinggi negeri setempat berperan sebagai pembina UPBJJ-UT serta membantu dalam penulisan bahan ajar, bahan ujian, pelaksanaan tutorial, praktek/praktikum, dan ujian.
Untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, UT bekerja sama dengan instansi lain seperti Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Televisi Republik Indonesia (TVRI), Q-Channel, TV-Edukasi, Radio Republik Indo-nesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia) Atase Pendidikan KBRI, Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah, Arsip Nasional, PT OVIS Sendnsave, Koperasi Karunika, dan PT Pos Indonesia.
UT juga bekerja sama dengan instansi-instansi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta. Mereka dapat mengikuti program yang ada di UT atau memesan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan instansinya. UT selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru SD dan guru Anak Usia Dini melalui program yang dikenal sebagai program Pendidikan Guru Pendidikan Dasar (Pendas). Selain itu, UT juga telah mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas SDM antara lain dari ANRI, KPN, TNI, Bank BRI, Bank BNI, PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, Departemen Pertanian, Sekretariat Wakil Presiden, Pemerintah Kota/Kabupaten, Pondok Pesantren, dan beberapa instansi lainnya.
Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) adalah unit pelaksana teknis di daerah. Adapun fungsi dan tugas UPBJJ-UT adalah sebagai tempat mahasiswa untuk melakukan kegiatan administratif akademik dan kegiatan akademik. Untuk kegiatan sehari-hari, UPBJJ-UT mempunyai tugas penyelenggaraan pelayanan belajar jarak jauh. Terdapat 37 UPBJJ-UT yang tersebar di seluruh Indonesia, dan UPBJJ-UT Yogyakarta adalah salah satunya.
B.       Pembahasan Studi Lapangan di UPBJJ-UT Yogyakarta
Studi lapangan dilaksanakan pada:
Hari                 : Selasa, 6 November 2012
Tempat            : UPBJJ-UT Yogyakarta
Alamat                        : Jalan Bantul No.50, tepatnya di sebelah utara Kampus 3 UNY. Narasumber         : Ibu Diah Astuti, M. Si (bagian akademik & tutor online)
                        Mas Rangga (staf yang menangani e-learning)
Hasil studi lapangan:
UTàketerpisahan antara mahasiswa dengan dosen, berkomunikasi 1 (satu) arah melalui modul. Penulis modul: dosen mahasiswa UT, di mana modul didesain untuk bisa dipelajari secara mandiri.


Kendala yang biasanya dialami oleh mahasiswa UT:
-            Merasa kesulitan dalam mempelajari modul karena hanya belajar sendiri atau mandiri.
Solusi dari UT: UT memberikan bantuan berupa tutorial tatap muka, tutorial online, modul cetak, dan modul online.
-            Mahasiswa harus benar-benar dapat membuat rencana kuliah dan memanfaatkan bantuan-bantuan yang diberikan oleh UT.
-            Pemesanan modul membutuhkan waktu yang cukup lama, sebelum mahasiswa naik ke semester atasnya sudah harus memesan modul dahulu dan mempelajarinya secara mandiri.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di UT dibagi menjadi 2, yaitu tutorial tatap muka dan tutorial online.
Tutorial tatap muka dilaksanakan 8x pertemuan. Tutorial tatap muka yakni membantu mahasiswa untuk mempelajari modul. Mahasiswa bebas menanyakan bagian mana saja di modul yang belum jelas dan tutor harus selalu siap dan bisa menjawabnya. Tutor di sini berbeda dengan dosen. Tutor berperan sebagai fasilitator pada saat tutorial sedangkan dosen adalah pengajar atau yang membuat modul. Di sini tutor harus memiliki pengalaman dan kompeten di bidang yang diampunya. Tutor harus menguasai seluruh bagian modul, karena sewaktu-waktu mahasiswa akan mennayakan bagian manapun yang ingin diketahuinya.
Tutorial online (tuton) yaitu tutorial yang dilaksanakan lewat website UT. Tutor untuk tutorial online ini ditunjuk oleh UT pusat. Yang mana tutor telah melewati berbagai pelatihan-pelatihan untuk menunjang profesinya menjadi seorang tutor online. Jadi untuk tutor tatap muka dan tutorial online itu berbeda.
Tugas seorang tutor baik tutorial tatap muka atau tutorial online adalah membuat SAT (Satuan Aktivitas Tutorial) atau yang kita kenal sebagai RPP (Rencana Program Pembelajaran). Istilah untuk pertemuan tutorial disebut inisiasi. Pembuatan inisiasi itu tergantung kreativitas tutor. Untuk tutorial online-pun pemgembangan e-learning-nya tergantung dari kreativitas seorang tutor.
Sumber-sumber belajar yang diberikan oleh UT diantaranya adalah modul fisik, modul online, website e-learning UT. Modul fisik yang disusun oleh dosen berisikan diantaranya peta kompetensi, materi yang bisa dipelajari secara mandiri, rangkuman, tes formatif, dan kunci jawaban.
UT tidak ada batasan usia, tahun lulus, dan tidak ada pengeluaran mahasiswa atau DO. UT juga tidak ada skripsi namun evaluasi akhirnya adalah bernama TAP (Tugas Akhir Program). dimana TAP itu sistemnya ujuan tertulis namun soal yang diberikan membutuhkan jawaban yang berupa analisis sesuai program studi dan mata kuliah yang telah ditempuhnya. Sehingga mahasiswa harus menguasai betul semua mata kuliah yang telah ditempuhnya. Soal UAS dibuat oleh UT pusat bukan dosen ataupun tutor. Indikator keberhasilan seorang tutor dalam megajar adalah melalui nilai UAS yang didapat oleh mahasiswa.
Evaluasi pembelajaran UT yakni dilakukan melalui tugas-tugas yang diberikan. Untuk tutorial tatap muka biasanya tugas diberikan pada pertemuan ke 3, 5, dan 7. Untuk tutorial online juga ada tugas-tugas yang diberikan untuk mahasiswa oleh tutor online yang kemudian akan dinilai. Aspek-aspek yang dinilai diantaranya adalah dari pengerjaan dan pengumpulan tugas-tugas, aktivitas yang dilakukan di website UT. Semakin sering mahasiswa melakukan aktivitas di e-learning UT maka itu akan menambah poin untuknya. Membuka website e-learning-nya saja pun mendapat poin, poin yang terkecil. Diskusi-diskusi dan aktivitas tutorial online lain juga akan menjadi poin untuk dinilai. Evaluasi di UT ada pula yang dilakukan pada akhir semester yaitu UAS. UAS dilakukan pada hari Minggu di tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh mahasiswa, diantaranya di SMA 7 Yogyakarta, SMK Piri, dan SMA Wonosari. Model ujiannya adalah tertulis dan pilihan ganda. Dalam satu ruangan ujian terdapat 20 mahasiswa dan 1 pengawas. Dalam soal ujian telah terdapat kode naskah dan identitas mahasiswa yang berbeda-beda. Di dalam satu ruangan bisa mungkin terjadi berbeda mata kuliah yang diujikan pula. Untuk menghindari adanya perilaku menyonyek UT telah memiliki peraturan bahwa apabila terdapat 10% dari satu ruangan mahasiswa tersebut memiliki kesamaan pola jawaban yang sama maka mahasiswa tersebut akan mendapat nilei E.


Penyelenggaraan kuliah online/e-learning di UT
Selain menggunakan modul cetak sebagai sumber belajar, mahasiswa juga dapat belajar secara online melalui fasilitas UT-Online, yang diantaranya: Tutorial Online (tuton), Materi Pengayaan Mata Kuliah, dan Perpustakaan Digital. Selain fasilitas sumber belajar, UT-Online juga memiliki fasilitas: Registrasi Online, took buku online,  Sistem Ujian Online, dan lain-lain yang Fasilitas-fasilitas tersebut bisa di akses melalui alamat www.ut.ac.id.
Analisis website untuk perkuliahan online UT
Desain             : desain tata letak, keseimbangan warna, dan penempatan konten sudah cukup baik.
Konten            : konten atau isi yang terdapat pada website sudah cukup baik dan sesuai dengan yang diprogramkan oleh UT. Konten dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa UT pada umumnya.
Fasilitas           : fasilitas yang disediakan oleh website UT sudah sangat lengakp dan baik. Sangat mendukung dan membantu mahasiswa UT apabila ingin mengakses yang dibutuhkan untuk menunjang kuliah yang dilaksanakan. Dan bagi user di luat UT juga sangat mudah dan jelas untuk mendapatkan informasi tentang UT.
Untuk pengembangan dari website UT online ini dari waktu ke waktu selalu dikembangkan terus menerus. Perawatan fasilitas online ini pun cukup baik, selalu diadakan perawatan secara rutin yang dilakukan oleh staf yang kompeten, sehingga berkemungkinan kecil terjadinya error.
Aktivitas pembelajaran yang dilakukan lewat e-learning diantaranya:
-            Tutorial online. Dalam tutorial online tersebut terdapat fitur untuk diskusi online kepada tutor dan member yang lain.
-            Toko buku online. Member atau mahasiswa UT bisa membeli dan memesan modul atau buku yang menunjang perkuliahan.
-            Ujian online. Untuk melaksanakan ujian secara online. Untuk pengumpulan tugas online pula.
Perpustakaan digital. Untuk melayani mahasiswa bila membutuhkan referensi buku yang menunjang perkuliahannya secara online.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme Template Blog Free | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes